Mei 17, 2010

Biar Tambah PeDe


TIPS Agar Kita Lebih Percaya DIRI

Saya Menemukan Artikel Ini di Komputer Lama, ga tau sapa yang nulis, tapi keren juga Tips nya:
• BERDIRI TEGAK, Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merubah penampilan, berdirilah yang tegak, busungkan dada dan coba tampillah sempurna. Pokoknya jangan sampai kelihatan lecek dech, soalnya penampilan seseorang akan menentukan penilaian orang lain, buatlah kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.

• BERSIKAP ASERTIF, Mulai sekarang cobalah merubah sikap, jadilah orang yang tahu kapan harus berkata tidak dan kapan berkata ya. Coba sekali-kali untuk tidak terlalu membayangkan orang lain akan berkomentar apa tentang diri kamu. Dan jangan takut bikin perubahan.

• OBYEKTIF MENILAI DIRI SENDIRI. No body's perfect, nggak ada orang lain di dunia ini yang sempurna, dan nggak ada juga orang di dunia ini yang benar² nggak berguna. Karenanya jujurlah menilai diri sendiri, jangan selalu menganggap dirimu tidak mampu dan orang lain selalu lebih unggul. Semuanya sama meski punya keahlian yang berbeda, jadi buat apa minder....??? Nggak ada untungnya.

• BUANG RASA TAKUT. Biasanya orang yang gak pede selalu kesulitan untuk mengungkapkan siapa dirinya pada orang lain. Cara mudah untuk berani menghadapi oarang lain adalah menatap mata lawan bicara kita, tapi jangan memandanginya. Menatap lain dengan memandang, kalau memandang biasanya kamu memperhatikan lawan bicaramu, bagaimana cara bicaranya, bagaimana mimik wajahnya. Boleh saja seperti itu asal jangan kelewatan, apalagi kalo sampi ngiler nggak karuan.

• SEDIKIT BASA BASI. Cobalah untuk bersikap basa basi, tapi jangan sampai basi beneran karena akan membosankan. Tidak semuanya basa-basi itu jelek kok, untuk meningkatkan rasa percaya diri kemu boleh juga mencobanya.

• BICARALAH YANG LUGAS. salah satu ciri orang yang kurang pede adalah tidak bicara secara lugas, selalu muter². Dan biasanya terlalu banyak berkata, eeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, anu dan yang sejenisnya, misalnya. " saya akan eeeee,

Mei 06, 2010

Rahasia Kebahagiaan Kecil

Rahasia Kecil Kebahagiaan
Penulis: Tak Diketahui
Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut “bodoh”? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan TUHAN yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri “Aku bebas dalam diriku”.
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalam an hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara! yang tidak prinsipiil.
Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.
Rasakan apa yang dikatakannya.
_________________________
Source : milis soulful powered by yahoogroups.com

Tentang MahaR

Tentang mahar
(Ketika ku mendengar obrolan dua orang yang bersiap mendekati masa perninakahan)
Mahar (shidaq) yang berarti kebenaran. Mahar menunjukkan kebenaran dan kesungguhan cinta kasih laki-laki yang meminangnya. Mahar merupakan bukti kebenaran ucapan laki-laki atas keinginannya untuk menjadi suami bagi orang yang dicintainya. Mahar bukanlah harga atas diri seorang wanita. Tetapi ia membuktikan kebenaran kesungguhan cinta dan kasih sayang laki-laki yang bermaksud kepadanya.
Jadi makna mahar dalam sebuah pernikahan lebih dekat kepada syariat agama dalam rangka menjaga kemulian peristiwa suci. Kelak mahar merupakan aspek penting yang banyak memberi pengaruh apakah sebuah pernikahan akan barakah atau tidak.
Abu Thalhah & Ummu Sulaim
Ada kenangan indah dalam sejarah mengenai pernikahan, Tsabit berkata, “ Belum pernah aku mendengar mahar yang lebih mulia dari pada mahar Ummu Sulaim. Ia hidup rukun bersamanya dan melahirkan anak.”
Apakah mahar Ummu sulaim? Dalam Sunan an Nasa’I disebutkan, Abu Thalhah melamar Ummu Sulaim lalu berkata, “ Demi Allah Wahai Abu Thalhah, orang seperti anda tidak akan ditolak (bila melamar wanita) akan tetapi anda seorang kafir, sedangkan saya seorang muslimah, tidak halal bagiku kawin dengan anda.”
Kemudian Ummu Sulaim melanjutkan, “ Namun jika anda masuk islam, maka yang demikian itu dapat menjadi maharku. Saya tidak minta selain itu.”
Ada yang bisa kita catat dari kisah agung pernikahan Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah bahwa mahar dapat menjadi dakwah. Mahar menjadi pengikat kasih sayang sekaligus untuk syiar islam. Selanjutnya ada yang perlu kita waspadai mahar juga dapat menjadi sarana untuk mendapatkan penilaian social. Yang pertama, kita mengarahkan masyarakat kepada suatu kesan yang baik terhadap agama dan mudah-mudahan hati mereka tergerak. Yang kedua, penilaian masyarakat mengarahkan kita untuk menentukan mahar yang disebut layak, pantas, baik.
Berbeda sekali antara dua hal tersebut diatas, baik dalam makna, maupun dalam akibatnya. Terkait mahar Ummu Sulaim dan tujuan dakwahnya, sekedar menunjukan bahwa mahar tidak harus selalu berbentuk harta. Musa diminta mahar berupa pekerjaan menggembala kambing beberapa tahun. Dan Ummu Sulaim meminta mahar berupa kesediaan masuk islam demi meninggikan kemuliaan islam.
*_*
Ali Bin Abi Thalib & Fatimah Az Zahra
Untuk pernikahannya Ali menjual baju besi untuk membayar maharnya. Konon baju besi itu dibeli oleh Utsman Bin Affan seharga 400 dirham yang kemudian menghadiahkan kembali kepada Ali. Kemudian Ali menyerahkan uang itu kepada Rasulullah SAW.
Nabi kemudian memberikan sebagian uang itu kepada ‘Asma untuk membelikan wewangian, sebagian kepada Ummu Salamah untuk makanan, sebagian kepada tiga orang sahabat yaitu ‘Ammar, Abu bakar dan Bilal. Ketiga sahabat itu membelanjakan uang untuk perabot rumah tangga Fatimah Azzahra. Perabot rumah tangga yng sederhana. Padahal kita tahu ayah Fatimah adalah seorang tokoh besar, seorang pemimpin yang disegani dan dihormati. Andaikan Rasulullah mau yang jauh lebih mewah beliu dapat melakukannya. Tetapi Rasulullah tidak melakukannya.
Dari pernikahan ini lahir keturunan yang penuh barakah sampai hari ini. Dari rahimnya lahir anak-anak yang penuh kemuliaan. Dua putranya Hasan dan Husain ra sudah kita kenal kemuliaaanya. Zainab putri Fatimah adalah wanita yang tegar dan penuh kehormatan berani mempertahankan diri dihadapan penguasa yang telah menghina dan memenggal leher saudaranya, Husain.
Seberapa Ukuran Mahar
Suatu ketika datang seorang wanita kepada rasulullah. Wanita itu menjumpai rasulullah SAW dan mengatakan, “ Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah merelakan diri untuk Engkau nikahi.”
Wanita itu berdiri lama. Kemudian seorang lelaki berdiri dan mengatakan, “ Ya, rasulullah Nikahkanlah ia denganku, jika engkau tidak berkenan menikahinya.”
Kemudian Rasulullah bersabda, “ Apakah kamu mempunyai sesuatu untuk memberinya mahar?’
Lelaki itupun menjawab, “ Aku tidak memiliki apa-apa selain kainku ini.”
Rasulullah kemudian bersabda lagi, ” Jika engkau berikan kainmu itu, engkau tidak mempunyai kain lagi. Carilah sesuatu untuk diberikan kepadanya.”
Lelaki itu menjawab, “Aku tidak dapat menemukan apapun.”
Akhirnya Rasulullah bersabda, “ Carilah sesuatu meskipun hanya sebuah cincin dari besi.”
Rasulullah juga bersabda, ” Mahar yang paling baik adalah mahar yang paling sederhana”
“Sesungguhnya termasuk keberuntungan perempuan adalah mudah lamarannya, ringan maharnya dan subur rahimnya ( HR. Ahmad)
Mahar ku apa ya….hoho… akan tiba pada masanya, sementara biarlah menjadi rahasia Allah…sang pembuat scenario kehidupan yang terbaik…
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
(*_^)
Taken from Kupinah Engkau dengan Hamdallah by Ustad Fauzil adhim



Bibir Merah

Bibir Merah
Ada banyak cerita bibir merahmu
Lantunkan ayat Al Qur’an
Jalan naluri kekasihmu gemuruhnya api cemburu
Merah bibirmu yang selalu banyak sholawat
Yang tiada luntur oleh air mata
Yang selalu membasahi bibir merahmu
Bibir merahmu bakal jadi saksi
ketika engkau pulang nanti
Neraka apakah tempatmu
Ataukah syurga tempatmu
Bibir merahmu yang indah
Tak mungkin membujuk mereka
Malaikat munkar nakir dalam kubur
Bibir merahmu untuk apa
Janganlah kau angkuh dan sombong
Karna bibir merahmu
Seperti bibir ratu balqis
Jaga kekasihmu jaga bibirmu
Jangan sampai tubuhmu hancur karna lisanmu
Bibir merahmu bakal jadi saksi
ketika engkau pulang nanti
Neraka apakah bagianmu
ataukah syurga tempatmu

April 26, 2010

Nasihat Luqman Kepada Anaknya

Nasihat Luqman Kepada Anaknya
Taken from www.http;// syiarislam.wordpress.com


Luqman adalah seorang yang diberikan hikmah/kebijaksanaan oleh Allah. Satu hikmahnya adalah untuk selalu bersyukur kepada Allah:
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. [Luqman 12]
Luqman mendidik anaknya agar tidak mempersekutukan Allah. Nasehat Luqman kepada anaknya wajib ditiru oleh ummat Islam lainnya.
Jangan Mempersekutukan Allah
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kelaliman yang besar”. [Luqman 13]
Ummat Islam tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah atau musyrik. Syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah.
Berbuat Baik Kepada Orang Tua
“Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ [Luqman 14]
Ibu kita mengandung kita selama 9 bulan. Beliau juga sampai berdarah-darah dengan resiko kehilangan nyawa ketika melahirkan kita. Belum lagi mereka harus sabar merasakan rengekan dan tangisan kita bahkan mungkin pukulan kita ketika masih kecil. Mereka memberi kita makan, minum, pakaian, pendidikan, dan sebagainya. Sudah sepantasnya kita berbakti pada mereka.
Tidak Mengikuti Orang Tua dalam Kemaksiatan dan Berbuat Baik kepada Mereka
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [Luqman 15]
Berbuat Baik Meski Sedikit
Lukman berkata: “Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” [Luqman 16]
Mengerjakan Shalat, Menyuruh Kebaikan dan Melarang Kemungkaran, serta Bersabar
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17]
Jangan Sombong
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]
Rendah Hati dan Tidak Berkata Kasar
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” [Luqman 19]
Itulah nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’an. Semoga kita semua bisa mengamalkannya dan mengajarkannya kepada anak kita.


April 20, 2010

Engga Ada Nada sibuk tuh...

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:

"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".

"Tekan 1 untuk 'meminta'. Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'. Tekan 3 untuk 'mengeluh'. Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau.... Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan
urutannya."

Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:

"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat, Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail, Tekan 2. Dengan malaikat lainnya, Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu, Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari." atau... "Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi." Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah
mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"

Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari
seminggu 365 hari setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni
dosa-dosanya walau sebanyak buih laut" 7 Kalimah ALLAH:

1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Maret 14, 2010

KERJA IKHLAS

By Jamil Azzaini
website;http://jamil.niriah.com

Kata ikhlas sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun ada tiga kesalahpahaman terhadap makna ikhlas yang saat ini ada di tengah-tengah masyarakat yang ingin saya luruskan.

Pertama, Ikhlas itu bukan pasrah.

Pasrah berarti menerima keadaan yang kita alami tanpa berbuat apa-apa untuk mengubahnya. Orang jawa bilang ‘nrimo’. Pasrah itu dekat dengan nyerah. Kita pasrah karena kita terlalu malas atau terlalu takut untuk berupaya mendapatkan kembali apa yang menjadi hak kita. Ini jelas bukan ikhlas.

Kedua, Ikhlas bukan sekedar suasana hati.

Ikhlas seringkali disamakan dengan sebuah perasaan yang damai, tenang, terbebas dari masalah. Ketenangan hati yang dimiliki seseorang yang ikhlas harus mewujud dalam perilaku yang memiliki nilai tambah bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Seseorang boleh saja mendapatkan ketenangan hati dan merasa terbebas dari masalah, tetapi jika ketenangan hati tersebut tidak membuatnya menjadi lebih produktif, lebih mampu membuat keputusan yang lebih baik, lebih bermanfaat bagi orang lain, maka keikhlasannya belum berarti apa-apa.

Ketiga, Ikhlas tidak hanya berada pada gelombang alfa.

Otak manusia memiliki beberapa gelombang mengikut pada kondisi saat itu. Gelombang delta ketika tertidur, tetha ketika ‘tidur’tidur ayam’, alfa ketika rileks atau khusu’, beta ketika terjaga dan konsentrasi, serta gamma ketika sedang merasa tercerahkan dan penuh dengan semangat. Karena ikhlas identik dengan ketenangan hati, maka sebagian berpendapat bahwa untuk menjadi ikhlas kita harus berada pada gelombang alfa. Meditasi adalah bentuk salah satu cara untuk masuk ke gelombang alfa. Apakah memang demikian?

Pertanyaanya adalah, jika ikhlas hanya berada pada gelombang alfa, maka apakah orang yang berjuang untuk negara dan agamanya di medan perang kita katakan tidak ikhlas? Karena saat itu dia tidak sedang berada pada kondisi alfa. Demikian juga orang yang bekerja bercucuran keringat seharian untuk menafkahi keluarganya.

Walaupun memang mudah bagi kita untuk merasa ihklas di gelombang alfa, namun bukan berarti ikhlas hanya berada di gelombang tersebut. Apapun yang Anda lakukan dalam kondisi gelombang otak manapun, selama Anda melakukannya tanpa berharap imbalan dalam bentuk apapun dari mahluk lain, maka Anda ikhlas.

Jadi kesimpulannya adalah, bagi kami di kubik, ikhlas itu adalah sebuah KATA KERJA, bukan kata sifat. Ikhlas memiliki makna aksi nyata. Sebuah aksi yang dilakukan tanpa pamrih sehingga menghasilkan nilai tambah yang sangat besar. Seorang pertapa yang mampu bermeditasi selama berjam-jam lamanya dan meraih ketenangan jiwa belum menjadikannya orang yang ikhlas. Karena dia memilih untuk menyepi. Berkutat pada dirinya sendiri. Menjauh dari lingkungan sekitarnya. Sehingga ketenangan jiwa yang diperolehnya tidak menghasilkan nilai tambah apa-apa bagi sekitarnya. Dia tidak menjadi lebih produktif dan duniapun tidak menjadi lebih baik karenanya. Dalam pandangan kami, pertapa tersebut belum bisa dikategorikan sebagai orang yang ikhlas.

Dengan kata lain, untuk menjadi ikhlas yang sesungguhnya, seseorang harus aktif. Tidak boleh pasif. Anda harus bisa membuktikan keikhlasan Anda dengan aksi nyata Anda. Seorang ABG menempatkan ‘cinta’ sebagai kata sifat, sehingga dia sibuk berkutat pada dirinya sendiri, mengharap untuk dicintai kembali, menuntut perhatian yang lebih karena dirinya sedang dalam kondisi ‘jatuh cinta’. Artinya, cintanya pasif.

Bagi orang dewasa cinta sudah menjadi kata kerja, artinya ‘cinta’ itu mewujud dalam bentuk aksi nyata yang dilakukan tanpa berpamrih, layaknya seorang ibu yang mencintai anaknya akan terbangun ditengah malam buta untuk membuatkan susu untuk anaknya.

Demikian pula dengan ikhlas, seseorang guru yang ikhlas akan mendidik muridnya dengan segenap kemampuannya walaupun tidak memperoleh bayaran yang sepadan. Seorang bawahan yang ikhlas akan selalu memberikan hasil kerja yang terbaik walaupun atasannya tidak pernah memujinya sekalipun. Seorang pimpinan yang ikhlas akan membina bawahannya dengan sepenuh hati walau perusahaan tidak pernah membayarnya untuk melakukan hal itu. Ini adalah ikhlas yang sesungguhnya. Mereka lakukan sesuatu karena mereka senantiasa terdorong untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang ada disekitarnya dan mereka tidak mengharap apa-apa sebagai imbalan dari manusia dan mahluk lain.

Jadi apa yang menjadi ciri dari seorang yang ikhlas? Dan bagaimana menjadi orang-orang yang ikhlas. Baca buku Best Seller cetakan kedelapan Kubik Leadership, terbitan Gramedia. Insya Allah Anda akan mendapat jawabannya.